Apa Itu Stress?

Apa Itu Stress?

apa itu insecure bagaimana cara atasi stress

Rasanya akhir-akhir ini mudah sekali seseorang mengatakan bahwa dirinya sedang berada dalam kondisi stress. Sebenarnya apa sih stress itu?

Buat pelajar, tugas banyak dan menghadapi ujian, mengalami stress.

Buat orangtua, mendidik anak dan mengurus rumah tangga, mengalami stress.

Buat pekerja, deadline tugas dan presentasi didepan atasan, mengalami stress.

Buat sepasang kekasih, sulit komunikasi dan tiba-tiba diputusin, mengalami stress.

Bahkan seorang ibu yang baru saja melahirkanpun bisa mengalami stress, atau yang lebih di kenal dengan baby blues (baca selengkapnya di: dessydonat.com)

Intinya, semua orang pasti pernah mengalami stress, bahkan seorang bayi pun saat tidak mendapatkan makanan yang diinginkannnya lalu kemudian menangis, itu terjadi karena bayi itu mengalami stress.

Jadi sebenarnya, apa itu stress?

Menurut Chapplin (1999), stress adalah suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis.

Menurut Jeffrey S. Nevid. Spencer A. Rathus. Beverly Greene, stress adalah suatu tuntutan yang mendorong organisme untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri.

Dilihat dari 2 definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa stress adalah suatu keadaan karena adanya tuntutan dan tekanan yang mendorong seseorang untuk beradaptasi. Bisa juga disimpulkan bahwa stress adalah respon diri kita untuk bertahan dari segala tekanan yang kita terima dari lingkungan.

Sumber stress disebut sebagai stressor.

Apa stress itu tidak baik?

Ternyata stress itu ada 2 jenis, menurut Selye (1975), yaitu :

1. Eustress, disebut juga sebagai stress yang baik. Stress ini menjadi motivasi yang baik untuk diri kita dan menjadi penyemangat untuk mencapai sesuatu.

Contoh : seorang mahasiswa yang akan sidang akhir, dia mau mendapatkan nilai A, maka dia mempersiapkan dirinya dengan penuh ketekunan. Sidang akhir itu stressor, reaksi stress-nya memicu dia untuk mempersiapkan dengan baik.

2. Distress, disebut juga sebagai stress yang buruk. Stress ini menghilangkan motivasi dan semangat, menjadikan diri kita cenderung akan menghindar juga dari lingkungan sekitar atau mungkin bereaksi secara berlebihan (mudah marah/tersinggung atau memilih untuk diam).

Contoh : seorang anak yang merasa bahwa tuntutan dari orangtuanya terlalu berat dan tidak sesuai dengan keinginannya, lalu sang anak memilih untuk menjadi pendiam dan menarik diri selama dirumah. Stressor-nya adalah tuntutan orangtua, dan respon stress-nya adalah menjadi pendiam.

Banyak yang berkata bahwa stress juga berpengaruh pada kondisi kesehatan. Ya, karena tubuh kita juga dipengaruhi oleh pikiran. Jika pikiran kita sedang dalam kondisi stress, maka tubuh kita akan mengirimkan sinyal yan menandakan bahwa tubuh kita pun “stress“. Misalnya asam lambung meningkat, sakit kepala, otot leher tegang, sakit perut, gatal-gatal seperti muncul alergi pada kulit, rambut rontok dan yang terparah adalah bisa memicu sel kanker aktif dalam tubuh kita.

Kemudian, bagaimana caranya supaya tidak stress?

Perlu disadari bahwa stress itu tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi. Sekeras apapun usaha kita untuk tidak stress, maka sekeras itu juga stress tetap ada dalam diri kita.

Tetapi kita tetap bisa mengusahakan untuk mengatasi stress. Sebuah metode dari dialetical behavior therapy bisa membantu kita untuk mengatasi stress dan juga bisa digunakan untuk mengontrol emosi kita.

Metode ini disingkat S.T.O.P, antara lain:

S – STOP

Apapun yang sedang kamu lakukan atau katakan, berhentilah sebentar.

T-TAKE a breath or take a step back.

Aturlah nafas. Tarik nafas dari hidung, buang nafas dari mulut secara perlahan. Atau secara sadar mundur sejenak dari tempatmu berpijak.

O-OBSERVE

Observasi pikiranmu dan perasaanmu. Apa yang saat ini ada dipikiranmu? Cobalah memahami bahwa pikiranmu itu bukan kenyataan dan sifatnya permanen. Atau pikirkan apa yang pernah terjadi dengan situasi yang kamu sedang alami saat ini. Bagaimana perasaanmu? Sedih, marah, kecewa? Biasanya apa yang terjadi kalau semua emosi itu kamu rasakan? Apa dampaknya?

Lakukan itu pula kepada sekitarmu yang menjadi stressor. Mencoba mengobservasi apa yang ada di pikiran dan perasaan orang lain kepadamu dan apa dampaknya.

P-PROCEED

Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan atau tidak melakukan sama sekali.

Metode ini membantu kamu untuk menenangkan pikiranmu saat dampak stress terasa sangat menyiksa kamu, misalnya saat emosi kamu jadi tidak terkontrol atau saat tubuhmu mulai terasa sakit.

Melakukan ini setiap malam atau setelah beraktifitas sepanjang hari bisa membuat diri kamu kembali menyatu dengan keadaan sekitarmu dan menenangkan dirimu dari segala kesibukan atau situasi yang membuatmu stress.

Hadapilah stressmu!

Kamu juga bisa mencoba traveling untuk mengatasi stress kamu loh.

Cek yuk rekomendasi tempat- tempat mengasyikan untuk traveling di : ruang-digital.my.id

Editor : Rev

Jika kamu membutuhkan layanan curhat atau konseling online, segeralah bergabung menjadi free member disini. Jika ingin layanan konseling kamu tidak dibatasi oleh waktu, kamu bisa segera upgrade ke premium.

mulaiceritayuk

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: